Pemilih Partai Demokrat Ingin Amerika Serikat Beri Dukungan Lebih Kuat untuk Palestina

- 29 Juni 2021, 09:42 WIB
Pemilih Partai Demokrat Ingin Amerika Serikat Beri Dukungan Lebih Kuat untuk Palestina
Pemilih Partai Demokrat Ingin Amerika Serikat Beri Dukungan Lebih Kuat untuk Palestina /Reuters / Toby Melville/

JURNAL PALOPO - The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research merilis hasil survei mengenai pendekatan Amerika Serikat (AS) terhadap konflik Israel dan Palestina. 

Dalam survei tersebut, sekitar setengah dari pemilih Partai Demokrat menginginkan Amerika Serikat berikan dukungan lebih kuat terhadap Palestina. 

Hasil survei mengatakan jika lima puluh satu persen pemilih Partai Demokrat, menginginkan Amerika Serikat memberikan lebih banyak dukungan untuk Palestina. 

Baca Juga: PBB Desak Israel Segera Hentikan Perluasan Pemukiman di Palestina

Sementara itu, tiga puluh sembilan persen pemilih Demokrat mengatakan jika Amerika Serikat memberikan terlalu banyak dukungan kepada Israel.

“Saya mulai memberi lebih banyak perhatian (kepada Palestina),” kata Paul Spelce, salah seorang Independen yang lebih cenderung memilih Partai Demokrat sebagaimana dikutip Jurnal Palopo dari Quds News Network

Hasil survei tersebut juga menunjukkan seberapa berapa peran Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. 

Sebanyak sembilan belas persen orang Amerika Serikat berpikir, jika AS harus berperan utama untuk menemukan solusi konflik Israel dan Palestina. 

Baca Juga: Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan, Selama 53 Hari di Penjara Israel

Sementara, lima puluh persen lainnya menginginkan jika Amerika Serikat cukup berperan kecil saja untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. 

Sedangkan dua puluh delapan persen lainnya berkata jika Amerika Serikat  tidak perlu memainkan peran, untuk mendukung penyelesaian konflik Israel dan Palestina. 

Dalam pernyataan lainnya, terdapat lima puluh tujuh persen orang yang percaya jika ada cara bagi Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan secara damai. 

Sementara itu, tiga puluh sembilan persen lainnya mengatakan jika tidak ada cara bagi Israel dan Palestina untuk hidup damai. 

Baca Juga: Ribuan Warga Palestina Unjuk Rasa Pasca Kematian Nizar Banat, Tuntut Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Adapun survei tersebut dilakukan sekitar tiga minggu, pasca gencatan senjatan yang disepakati Israel dan Palestina.***

Editor: Naswandi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah