Joe Biden Sebut Donald Trump Sebagai Orang paling Rasis yang menjadi Presiden AS

- 25 Juli 2020, 10:08 WIB
Joe Biden. /Joe vision
Joe Biden. /Joe vision /

JURNALPALOPO.COM - Donald Trump disebut sebagai orang paling rasis yang menjadi Presiden AS oleh lawannya di pemilihan calon Presiden Amerika Serikat.

Joe Biden menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya kampanye pemilihan ulang. Namun Ia segera ditegur dengan cepat.

Biden yang merupakan calon Presiden dari partai Demokrat adalah mantan wakil Presiden di bawah Barack Obama.

Baca Juga: BKN Lakukan Sosialisasi Persiapan SKB, Seleksi CPNS 2019 akan Dilanjutkan

Pada pertemuan Serikat Pekerja Layanan Internasional, seorang pekerja kesehatan yang khawatir tentang Presiden AS tersebut yang menagatakan pandemi coronavirus sebagai 'virus China' kepada Biden.

Pertanyaan tersebut di jawab Biden dengan mengatakan itu benar-benar memuakkan, bagaimana Trump berurusan dengan orang-orang berdasarkan warna kulit mereka, asal kebangsaan mereka, dari mana mereka berasal, klaim Biden.

"Tidak ada presiden yang duduk yang pernah melakukan ini. Tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah. Tidak ada presiden Republik yang melakukan ini. Tidak ada presiden Demokrat. Kami memiliki rasis, dan mereka ada, dan mereka telah mencoba untuk terpilih sebagai presiden. Dia yang pertama kali memilikinya," ujar Biden berapi-api, seperti dikutip Jurnal Presisi dari Reuters.

Dikutip dari Jurnal Presisi berjudul Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden Menyebut Donald Trump Sebagai Orang Paling Rasis.

Baca Juga: Ibu dan Anak Lakukan Hubungan Badan Saat Suami Sekaligus Ayah Pergi Melaut

Penasihat senior kampanye Trump, Katrina Pierson membalas dengan menyebut komentar Biden penghinaan terhadap kecerdasan pemilih kulit hitam. Dia mengatakan Trump mencintai semua orang dan bekerja keras untuk memberdayakan semua orang Amerika.

Sejumlah presiden AS memiliki kebijakan yang didukung termasuk penindasan penduduk asli Amerika dan pemisahan warga kulit hitam Amerika.

Princeton University mengatakan bulan lalu menjatuhkan nama mantan Presiden Woodrow Wilson dari sekolah, mengutip pemikiran dan kebijakan rasisnya.

Persaingan Biden-Trump menandai peningkatan persaingan sengit dalam kampanye yang dilancarkan antara kedua kandidat, yang keduanya berkulit putih, menjelang kontes pemilihan 3 November.

Baca Juga: Mengantisipasi Intervensi Mesir di Libya, Turki Tingkatkan Jumlah Pasukan Militernya

Biden sebelumnya mengkritik Trump karena memicu perpecahan rasial.

Ia sering mengatakan bahwa ia termotivasi untuk mencalonkan diri dengan kemarahannya atas penilaian Trump terhadap kekerasan antara supremasi kulit putih dan penyerang pada rapat umum 2017 di Charlottesville, Virginia.

Ras menjadi masalah yang lebih sentral ketika protes berkecamuk atas warga Afrika-Amerika yang tidak bersenjata terbunuh oleh polisi setelah kematian George Floyd pada Mei.

George Floyd merupakan seorang lelaki berkulit hitam yang meninggal setelah salah satu anggota polisi Minneapolis yang putih menekan lehernya ke trotoar selama lebih dari delapan menit.

Baca Juga: Kenali Faktor Risiko, Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Vertigo

Kasus tewasnya George kemudian menyulut aksi solidaritas di banyak kota di Amerika Serikat.***

 

Editor: Gunawan Bahruddin

Sumber: Jurnal Presisi PR


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah