Bernardo Tavares Dianggap Terlalu Banyak Bicara Sehingga Dihukum saat Bertemu PSIS Semarang

- 8 April 2023, 11:10 WIB
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares konfrensi pers usai Juku Eja memastikan juara Liga 1.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares konfrensi pers usai Juku Eja memastikan juara Liga 1. /PSM Makassar

JURNALPALOPO.com - Asisten pelatih PSM Makassar, Paulo Duarte beberkan penyebab Bernardo Tavares tidak mendampingi tim saat menghadapi PSIS Semarang.

Penyebabnya karena Bernardo Tavares dihukum akibat terlalu sering protes keputusan wasit.

Diketahui laga pekan ke-33 yang mempertemukan PSIS Semarang vs PSM Makassar, Kamis (6/4/2023) malam Bernardo Tavares tak mendampingi tim hingga kalah telak  4-0 oleh PSIS Semarang.

Baca Juga: Deretan Pemain Asing yang Diincar PSM Makassar, Persib Bandung dan Persija Jakarta

Di laga ini Bernardo Tavares hanya menyaksikan tim dari bangku VIP Stadion Jatidiri Semarang karena hukuman akumulasi kartu.

"Coach Bernardo Tavares menerima kartu kuning di laga sebelumnya yakni saat melawan madura United. Sehingga total kartu kuningnya menjadi 4 sehingga absen dampingi tim,"jelas Paulo Duarte.

Namun Paulo menganggap kartu kining terhadap Bernardo Tavares saat ini dianggapnya aneh.

Baca Juga: 5 Klub Paling Top Era Perserikatan, PSM Makassar Lebih Dominan tapi Persib Bandung jadi Ancaman

"Saya sendiri menganggap sesuatu hal yang sangat konyol, bahwa dia harus diberi hadiah kartu kuning," kata Paulo Duarte.

Saat itu Paulo Duarte sempat menanyakan hal itu ke asit Thoriq Alkatiri mengapa Bernardo Tavares diganjar kartu.

Saat itu kata Paulo, wasit Thoriq Alkatiri menjawab, Bernardo Tavares terlalu banyak bicara.

Baca Juga: Berburu 'Daun Muda', PSM Makassar Incar Wingger 18 Tahun Bali United, PSIS Lirik Punggawa Timnas U22

"Bagi saya ini jawaban paling konyol, datang dari seorang wasit memimpin laga," jelas Paulo Duarte.

Alasan dari Thoriq Alkatiri kata Paulo tidak masuk akal dan tidak profesional.

Sebab kata dia, wasit sah-sah saja melakukan protes dan memberi instruksi kepada pemainnya di lapangan.

Baca Juga: 12 Tahun Kesetian Rasyid Bakri di PSM Makassar Berbuah Juara Liga 1, Tak Berpaling Walau Digoda Banyak Klub

"Peraturannya sulit dimengerti membatasi pelatih berkomunikasi dengan pemain. Pelatih punya hak untuk bicara dan memberi instruksi kepada pemainnya,"tegas dia.

Padahal kata Paulo, saat itu Bernardo Tavares tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ataupun kata kotor menghina wasit.

"Dia tidak bicara kotor, dia tidak mengumpat dia juga tidak bicara tidak sopan kepada wasit. Dia hanya menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan,"tegas Paulo.

Paulo pun meminta federasi sepak bola Indonesia untuk memperbaiki kualitas wasitnya.***

Editor: Sari Maya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah